![]() |
| Forum Online Gaul | Serie A Italia |
Presiden FIGC, Carlo Tavecchio memperlihatkan mimik wajah yang sedih ketika menjelaskan bahwa dari delapan belas peserta di Serie A, hanya lima klub saja yang memiliki kondisi tabungan yang kuat untuk bisa terus eksis di kompetisi ini.
Pada tahun ini, terdapat sebuah kasus miris yang harus menyebabkan klub Parma di nyatakan bangkrut dalam perihal membayar upah para pemainnya, belum lagi di hadapi dengan setumpuk surat hutang dan tidak ada miliyuner baru yang berani mengakuisisi dirinya menjadi pemilik baru.
Hal ini mengharuskan klub yang pernah menjadi raksasa di Serie A itu harus memulai musim depan di Serie D. kemalangan yang menimpa Parma membuat Tavecchio menjadi prihatin dan berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi klub-klub lain agar lebih bijaksana dalam mengatur kas keuangan.
Setelah kebangkrutan terjadi pada Parma, FIGC langsung melakukan pengecekan terhadap seluruh kesehatan buku tabungan setiap klub di sepak bola Italia karena mereka tidak ingin mendengar ada klub yang di nyatakan bangkrut lagi.
Dan ternyata laporan yang di keluarkan oleh tim audit FIGC sangat mengejutkan seluruh rakyat negeri Menara Miring itu. Dari skala satu sampai dengan sepuluh, untuk semua klub yang berpartisipasi dalam sepak bola domestik Italia, klub-klub yang sedang dalam permasalahan keuangan berada di skala 9,9.
“Beberapa klub yang terlihat sehat dan besar namanya juga sebenarnya berada dalam kesulitan saat mengatasi kondisi keuangannya,” ujar Tavecchio di halaman resmi FIGC.
FIGC segera melayangkan email yang berupa peringatan kepada klub-klub yang memasuki zona merah agar mereka membatasi pengeluaran yang tidak perlu dan lebih mengutamakan pembayaran gaji pemain agar tidak terulang kasus Parma.
Menurut Tavecchio, jika FIGC harus menerapkan peraturan yang ketat mengenai aturan finansial setiap klub, maka hanya ada lima klub yang di izinkan berlaga di Serie A pada musim depannya. Induk sepak bola tersebut mempunyai rencana lima tahun ke depan untuk menyelamatkan nama baik Italia.

No comments:
Post a Comment